Lima Tips Menentukan Distro Linux

Salah satu hal yg menciptakan Linux tidak sinkron menurut sistem operasi lainnya merupakan beragamnya pilihan distro yang sanggup digunakan. Menurut data DistroWatch.com, terdapat sekitar 262 distro Linux yang masih aktif dikembangkan waktu pos ini dipublikasikan. Dengan begitu banyaknya pilihan yg tersedia, tak heran kalau kita seringkali gundah menentukan distro Linux yang sempurna buat kita pakai.

Perhatian: Pos ini sudah saya perbarui & masuk keliru satu pembahasan pada ebook berikut.

https://moboval.blogspot.com/2021/01/ebook-linux-desktop-buat-pemula.html

Banyaknya distro Linux pula memunculkan istilah ‘distrohopper’. Distrohopper merupakan sebutan buat seseorang yg gemar berpindah distro Linux dengan tujuan buat menemukan distro yg cocok dengannya. Kegiatan ini tentunya memakan ketika (& juga menguras kuota internet), padahal, distro Linux yang benar-sahih cocok buat kita nir pernah ada, kecuali kita mau menyesuaikannya.

Nah, buat engkauyg sedang mencari distro Linux yang sempurna tanpa perlu sebagai seseorang distrohopper, berikut beberapa saran menentukan distro Linux yang mampu kamu terapkan :1. Tentukan buat tujuan apa memakai Linux

Setiap distro Linux umumnya memiliki tujuan penggunaan yang tidak sinkron.

Untuk penggunaan sehari-hari, distro seperti Ubuntu dan Linux Mint cocok digunakan. Kedua distro tadi cukup terkenal, didesain ramah pengguna (user friendly), & dokumentasinya pada internet relatif lengkap pada bahasa Indonesia. Atas alasan itu pula, tak heran jika ke 2 distro tersebut seringkali direkomendasikan buat seseorang yang baru ingin memakai Linux.

Untuk penggunaan pengujian keamanan, distro seperti Kali Linux, Parrot OS, dan dracOs cocok dipakai. Selain itu, ada beberapa contoh distro Linux menggunakan tujuan penggunaan lainnya, seperti Ubuntu Studio yang cocok untuk penggunaan multimedia, dan Drauger OS serta SteamOS yg cocok buat penggunaan bermain gim.

Dengan memilih distro Linux yg sesuai tujuan penggunaan, kamu akan pribadi sanggup penekanan ke tujuan yang diinginkan tanpa perlu dipusingkan dengan hal-hal teknis (seperti menginstal aplikasi yg diharapkan dan mengaturnya).dua. Sesuaikan menggunakan spesifikasi personal komputer /laptop

Setelah memilih tujuan penggunaan, sekarang waktunya mencari distro Linux yg sesuai dengan spesifikasi personal komputer . Bagi aku, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan berdasarkan spesifikasi komputer ketika memilih distro Linux, yakni Processor dan RAM.

Untuk personal komputeryang mempunyai Dual Core Processor & RAM di atas 4 GB, memakai distro Linux apapun aku rasa nir kasus jika buat penggunaan sehari-hari. Namun, jika engkaumemiliki personal komputerpada bawah spesifikasi tadi, pertimbangkan buat menggunakan distro Linux yg ringan, seperti Linux Lite, Xubuntu, atau Lubuntu.

Cara sederhana buat mengetahui distro Linux cocok dengan spesifikasi komputer atau tidak adalah menggunakan melihat lingkungan deskop (desktop environment) yang dipakai. Berikut gw berikan sedikit gambarannya :

Dual Core ProcessorRAM 4 GB : deepin, Pop!_OS, Ubuntu, Zorin OS (Lingkungan desktop : GNOME)RAM 2 GB : elementaryOS, Kubuntu, Linux Mint, Ubuntu MATE (Lingkungan desktop : Cinnamon, KDE, MATE, Pantheon)RAM 1 GB : Linux Lite, Lubuntu, Xubuntu (Lingkungan desktop : LXDE, LXQt, Xfce)

Single Core ProcessorRAM 2 GB : Lubuntu, Xubuntu (Lingkungan desktop : LXQt, Xfce)RAM 1 GB : Lubuntu, Puppy Linux (Lingkungan desktop : LXDE)3. Tentukan juga tampilan yang diinginkan

Setelah tahu kira-kira distro Linux apa yg cocok dengan spesifikasi komputer, nir ada salahnya buat menentukan distro menurut tampilannya. Perlu diketahui, tampilan suatu distro Linux ditentukan oleh lingkungan desktop yang dipakai. Meskipun memakai lingkungan desktop yg sama, mampu saja suatu distro menggunakan distro Linux lainnya menggunakan tema dan ikon yang tidak sinkron.

Untuk kamu yang menginginkan distro Linux menggunakan tampilan menarik dan berbeda menurut yg pernah kamu pakai, distro misalnya deepin, Pop!_OS, Ubuntu, & Ubuntu MATE layak dicoba. Tetapi, jika engkaumenginginkan tampilan yang familiar seperti sistem operasi Windows, distro misalnya Kubuntu, Linux Mint, & Zorin OS layak dipakai.

Linux jua memiliki distro yg tampilannya mendekati tampilan menurut sistem operasi macOS, yakni elementaryOS. Bahkan, menggunakan menginstal beberapa tema & ikon pendukung, tampilan elementaryOS akan semakin seperti menggunakan macOS. Di grup distro Linux ringan, Linux Lite & Lubuntu (LXQt) mempunyai tampilan yang menarik dibandingkan menggunakan tema bawaan masing-masing lingkungan desktop.

Satu hal yg perlu diingat merupakan semua distro Linux bisa diubah tampilannya, mulai dari tata letaknya hingga tema dan ikon yg digunakan.4. Sudah menentukannya? Jangan lupa untuk cari tahu ulasannya

Setelah konfiden menggunakan distro Linux yang dipilih, alangkah baiknya buat mencari memahami ulasannya terlebih dahulu.

Mencari ulasan mengenai suatu distro tentunya sanggup dimulai dari situs resmi distro Linux tadi. Jika engkaumenginginkan ulasan yang dikemas secara ringkas tetapi lengkap, situs misalnya DistroWatch.com sanggup kamu kunjungi. Selain itu, situs DistroScreens juga mampu dijadikan surat keterangan karena situs tadi menampilkan tangkapan layar (screenshot) berdasarkan aneka macam distro Linux.

Bertanya pada lembaga, grup, atau komunitas pun sanggup engkaulakukan apabila menginginkan ulasan menurut pengalaman secara langsung. Bahkan, dengan bertanya bisa jadi kamu akan mendapatkan rekomendasi distro Linux yg benar-sahih sesuai dengan kebutuhanmu dan spesifikasi komputermu.lima. Jangan langsung diinstal, coba dahulu pada mode Live USB

Sebelum menginstal distro Linux yang telah engkaupilih, ada baiknya buat mencobanya terlebih dahulu pada mode Live USB. Dengan mencobanya, engkaudapat menilik apakah semua perangkat (misalnya monitor, keyboard, mouse, WiFi, Bluetooth) bekerja sebagaimana mestinya.

Alternatif bagi kamu yang memiliki kuota internet terbatas buat mengunduh distro yg diinginkan, kamu sanggup mengunjungi situs DistroTest.net buat mencoba distro Linux secara daring. Namun, untuk memakai situs tadi pastikan koneksi internetmu stabil.

Demikian pos mengenai tips menentukan distro Linux. Punya saran tips lainnya? Jangan ragu buat membaginya di komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *